Breaking News

Iklan DPRK ABES Ucapan Selamat Sekda

Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 Terjadi di 4 Negara Eropa

Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 Terjadi di 4 Negara Eropa

RUANGBERITA.CO -- Eropa sekarang memasuki gelombang kedua pandemi Covid-19. Eropa tidak dapat menghentikan laju penyebaran virus di tengah masyarakat yang terbelah antara menentang langkah tegas pemerintah mereka untuk mencegah penularan dengan yang memberikan dukungan.

Berikut situasi di beberapa negara di Eropa menanggapi gelombang kedua pandemi Covid-19 sebagaimana dikutip dari CNN, Reuters, dan Deutsche Welle.

1. Jerman

Untuk pertama kali mencatat 10 ribu kasus Covid-19 dalam sehari yang membuat pemerintah Jerman mengeluarkan peringatan kunjungan untuk Swiss, Irlandia, Polandia, dan sebagian besar dari kawasan Austria, Italia, dan Roma.

"Kita masih punya peluang untuk memperlambat penularan virus ini," kata Lothar Wieler dari Roberth Koch Institute (RKI), lembaga penyakit infeksi Jerman di Berlin seperti dikutip dari Reuters.

RKI melaporkan lebih dri 11 kasus Covid-19 terjadi dalam kurun waktu 24 jam. "Situasi ini telah menjadi sangat serius," kata Wieler.

Peringatan berkunjung diberlakukan mulai hari Sabut ini. Warga Jerman yang kembali dari perjalanan luar negeri wajib karantina selama 10 hari. Isolasi akan dicabut jika hasilnya negatif.

Sementara Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn dinyatakan positif tertular virus corona pada hari Rabu, 21 Oktober 2020. Kini menteri berusia 40 tahun ini dirawat di ruang isolasi rumah sakit.

2. Republik Czech

Perdana Menteri Andrej Babis dalam konferensi pers langsung pada Rabu lalu meminta maaf kepada seluruh warga Czech atas kekeliruan yang dilakukan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. CNN melaporkan, Babis sebanyak 5 kali menyatakan permohonan maaf.

Babis kemudian menjelaskan pemerintah akan memberlakukan lockdown secara ketat.

"Saya mohon maaf mengenai aturan baru yang akan berdampak pada kehidupan para pemilik usaha, warga, pekerja. Saya juga meminta maaf karena secara de facto mengesampingkan kemungkinan hal ini terjadi karena saya tidak mampu membayangkan hal ini akan terjadi," kata Babis sebagaimana dikutip dari CNN.

Babis selama beberapa pekan menolak memberlakukan aturan ketat dengan alasan untuk melindungi perekonomian. Namun keputusan Babis telah membawa pandemi Covid-19 menular tak terkendali.

Di negara dengan jumlah populasi 10 juta jiwa ditemukan hampir 15 ribu kasus pada Rabu lalu.

Babis mengaku dia salah perhitungan karena mengira pandemi ini berakhir pada Mei lalu. Kini, Czech menjadi negara terparah diserang pandemi Covid-19 di Eropa.

3. Prancis.

Prancis memperluas area pemberlakuan jam malam untuk sekitar 2 per tiga populasinya pada hari Kamis kemarin akibat gelombang kedua pandemi Covid-19 menghantam Eropa.

Perdana Menteri Prancis Jean Castex menyatakan jam malam yang diberlakukan di Paris pekan lalu dan diikuti delapan kota lainnya akan diperluas hingga ke lebih dari 38 departemen. Aturan ini membatasi 46 juta jiwa dari 67 juta penduduk Prancis ke luar rumah dari jam 9 malam hingga jam 6 pagi.

Otoritas kesehatan Prancis melaporkan kasus baru virus corona Kamis kemarin sebanyak 41.622. Sehingga total kasus menjadi 999.043.

4. Spanyol.

Pekan ini jumlah kasus virus corona di Spanyol melampaui 1 juta kasus. Spanyol menjadi negara pertama di Eropa dengan kasus Covid-19 sebanyak itu.

Menteri Kesehatan Spanyol Salvador Illa mengatakan wabah Covid-19 di negaranya sekarang tidak terkendali di beberapa wilayah.

Namun upaya untuk jam malam diberlakukan masih jadi bahan perdebatan.

Sumber:Tempo.co