Breaking News

Gelar Operasi Yustisi, Satgas Covid-19 Segel 5 Warung

Gelar Operasi Yustisi, Satgas Covid-19 Segel 5 WarungFoto: ruangberita.co
Petugas dari Satgas Covid-19 Provinsi Aceh saat menyampaikan himbauan kepada pemilik warung, Minggu, 23 Mei 2021

RUANGBERITA, Banda Aceh - Satgas Covid-19 Provinsi yang terdiri Satpol PP Prov, Satpol PP Kota Banda Aceh, Polda Aceh, Kodam Iskandar Muda, Polresta Banda Aceh, dan Kodim 0101/BS menggelar operasi yustisi penegakan hukum aturan Protokol Kesehatan (Prokes) terhadap sejumlah warung kopi dan tempat keramaian lainnya di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Kasatpol PP dan WH Aceh Jalaluddin dalam keterangannya kepada media ini menyebutkan operasi tersebut digelar dalam rangka penegakan hukum terhadap beberapa aturan Prokes yang telah dikeluarkan pemerintah selama masa pandemi.

"Kegiatan ini kita jalankan untuk menegakkan aturan Protokol Kesehatan. Kita ingin masyarakat disiplin dalam menjalankan Prokes, sehingga wabah Covid-19 ini segera berakhir," jelas Jalaluddin saat ditemui ruangberita dikantornya jelang apel pasukan pelaksanaan kegiatan operasi yustisi, Minggu, 23 Mei 2021.

Sementara itu, Kasi Pembinaan Satlinmas Pol PP dan WH Aceh, Azli, menyebutkan sesuai arahan pimpinan, selain memantau keberadaan Warkop yang beroperasi diatas waktu yang telah ditentukan, pihaknya akan memeriksa kembali sejumlah warung kopi yang telah disegel beberapa waktu lalu.

"Kita ingin lihat, apakah mereka beroperasi kembali atau tidak," terang Azli.

Berdasarkan amatan media ini dilapangan, sebagian besar Warkop terlihat telah tutup saat operasi digelar. Walau demikian, terdapat pula warung kopi yang telah membuka garis polisi, meskipun pada malam sebelumnya telah disegel.

Warkop Sumber Kopi yang ada dikawasan Batoh misalnya. Garis police line yang sebelumnya melintang pada pintu masuk, diketahui telah dibuka paksa oleh pemilik warkop.

Kepada pemilik warung, Kasubdit I Ditreskrimum Polda Aceh Kompol Agung Hery, S yang turut serta dalam kegiatan itu menyampaikan untuk tidak membuka secara sembarangan garis polisi yang telah dipasang.

"Yang jelas siapa yang membuka police line itu harus bertanggungjawab," tegas Kompol Agung.

Dalam kesempatan itu, pemilik warung meminta untuk tidak serampangan menyegel warung miliknya. Dia mengakui, belum mendapat pemberitahuan apapun soal penyegelan itu.

"Disini belum ada pemberitahuan apapun. Tadi malam begitu datang, langsung disegel. Janganlah begitu," ungkap pemilik warung merasa keberatan.

Dalam operasi yang berlangsung di Banda Aceh dan pinggiran Aceh Besar itu, tim yang bertugas menyegel 4 Warkop dan 1 rumah makan, sementara 6 Warkop lainnya hanya ditegur dan dilakukan pembinaan di tempat.
Seluruh tempat tersebut diketahui membuka operasional warung di atas jam 23.00 WIB.

Editor: