Breaking News

Gaya Hidup "Bersih" dan Maraknya Penyakit Demam Tifoid di Indonesia

Gaya Hidup "Bersih" dan Maraknya Penyakit Demam Tifoid di Indonesia
dr. Hafiz Moulvi.

Oleh dr. Hafiz Moulvi

Demam thypoid atau disebut juga tipes merupakan salah satu penyakit yang banyak ditemukan di Indonesia. Penyakit ini erat kaitannya dengan kualitas higiene pribadi dan sanitasi lingkungan yang kurang baik. Di Indonesia, penyakit ini bersifat endemik dan merupakan masalah kesehatan masyarakat. Dari telaah kasus di rumah sakit besar di Indonesia, kasus demam tifoid menunjukkan kecenderungan meningkat dari tahun ke tahun dengan rata-rata kesakitan 500/100.000 penduduk dan angka kematian antara 0.6–5%.

Penyebab tingginya kasus demam tifoid di Indonesia disebabkan kebiasaan masyarakat indonesia yang sering jajan sembarangan. Jajanan yang tidak higienis rentan terpapar Bakteri Salmonella Thyposa, yaitu Bakteri yang menyebabkan penyakit tifoid ini. Selain itu hal ini juga disebabkan daya tahan tubuh yang sedang menurun sehingga tubuh mudah terinfeksi bakteri penyebab demam tifoid. Berdasarkan jumlah kasus demam tifoid, Anak kecil ternyata lebih rentan terkena demam tifoid karena belum sempurna nya sistem kekebalan tubuh atau bisa karena anak kurang menjaga kebersihannya saat makan.

Gejala demam tifoid yang paling khas adalah demam tinggi dengan pola naik turun, terutama sore hingga malam hari hingga hari ke 7. Gejala demam merupakan pertanda adanya perlawanan tubuh terhadap serangan atau infeksi mikroorganisme termasuk bakteri atau virus. Keluhan lain yang dirasakan penderita berupa lidah kotor dan ditutup selaput putih (coated tongue), sakit kepala, nyeri otot, pegal-pegal, insomnia, kehilangan nafsu makan, mual muntah juga disertai gangguan saluran cerna berupa pembesaran organ hati, sembelit atau diare, nyeri abdomen dan tinja berdarah bahkan pada kasus demam tifoid berat dapat dijumpai berupa penurunan kesadaran hingga penderita mengalami koma

Pemeriksaan dan Pengobatan demam tifoid

Dalam penangganan diperlukan pemeriksaan yang sesuai. Pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan darah, feses (tinja), urin (kencing) dan aspirasi sumsum tulang belkang yaitu Bone Marrow Punction (paling jarang dilakukan). Sedangkan pengobatan pada demam tifoid yaitu istirahat, menjaga asupan cairan, diet bergizi makanan konsistensi lunak dengan cukup kalori dan protein serta rendah serat agar mudah dicerna karena penyakit demam tifoid ini sering menyerang saluran cerna. Pemberian antibiotik sesuai anjuran dokter serta obat penurun demam dan obat pendukung lain nya atas keluhan pasien yang dirasakan. Jika kondisi tidak membaik maka penderita harus dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan penangganan lanjutan.

Dapat disimpulkan bahwa kebersihan merupakan aspek yang sangat penting dalam mencegah penyakit tifoid ini dengan mencuci tangan sebelum makan serta mencuci peralatan makan secara baik. Dengan sehat maka kualitas hidup seseorang akan lebih baik serta maksimal dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selain itu disarankan untuk menghindari stres karena sudah banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa tingkat kebahagiaan juga memberikan pengaruh besar terhadap kondisi kesehatan tubuh baik melawan bakteri serta virus atau menjaga daya tahan tubuh seseorang (imunitas).


Di tahun 2021 ini diharapkan menjadi momentum untuk kembali menyatukan tekad dalam mewujudkan Indonesia sehat dan semangat memperjuangkan ketahanan kesehatan Indonesia. Komitmen dan upaya baik yang telah dilakukan untuk menjaga kesehatan diri, keluarga dan masyarakat perlu dipertahankan. Slogan Indonesia Sehat pun perlu terus digaungkan agar masyarakat dapat secara mandiri menjaga kesehatannya dengan berperilaku hidup bersih dan sehat, serta menerapkan protokol kesehatan. Mari kita jalni tahun 2021 dengan kehidupan dan kesehatan yang lebih baik. Salam sehat, Indonesia.

dr. Hafiz Moulvi, saat ini sedang bertugas di Aceh Selatan. Ia juga merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Tahun 2007.