Breaking News

Iklan DPRK ABES Ucapan Selamat Sekda

Facebook Dianggap Monopoli dan 'Pembunuh' Para Kompetitornya

Facebook Dianggap Monopoli dan 'Pembunuh' Para KompetitornyaFoto : Forbes.com

RUANGBERITA.CO I AS - Komite kehakiman parlemen Amerika Serikat (AS) merampungkan penyelidikannya terhadap Facebook. Kesimpulannya,  Facebook dianggap menggunakan kekuatan monopoli di media sosial untuk mempertahankan posisinya dengan mengakuisisi, meniru (copying) atau membunuh kompetitor.

"Kekuatan monopoli Facebook tertanam kuat dan tidak mungkin terkikis oleh tekanan pesaing baru atau perusahaan eksisting," tulis laporan tersebut seperti dihimpun dari CNBC International, Rabu (7/10/2020).

Facebook berhasil melakukan monopoli karena efek jaringan yang kuat, biaya peralihan yang tinggi untuk pengguna, dan keunggulan data yang signifikan.

Salah satu aksi Facebook yang disoroti oleh Komite Kehakiman Parlemen AS adalah akuisisi Instagram pada 2012 dengan nilai US$1 miliar. Facebook mengakuisisi Instagram sebelum media sosial berbagi foto ini menjadi lawan yang mengancam Facebook.

Dalam dokumen memo internal Facebook berjudul Cunningham Memo yang dilampirkan dalam laporan itu, sebelum akuisisi Instagram, Senior Data Scientist Facebook Thomas Cunningham memberi tahu CEO Facebook Mark Zuckerberg dan Vice President Growth Facebook Javier Ovilan bahwa Instagram bisa mencapai 'titik kritis' di mana pertumbuhannya pada akhirnya dapat merugikan Facebook.

Hal yang lain yang disoroti laporan tersebut adalah percakapan antara Mark Zuckerberg dengan pendiri Instagram Kevin Systrom sebelum akuisisi. Ketika itu Zuckerberg mengatakan "menolak untuk menjalin kemitraan dengan Facebook, termasuk akuisisi, akan berdampak pada Instagram."

Zuckerberg membuat komentar yang sama terkait WhatsApp. WhatsApp menjadi ancaman bagi layanan Messenger. Pada 2014 Facebook mengakuisisi WhatsApp senilai US$19 miliar.

Laporan tersebut juga mengutip keuntungan data dari basis pengguna yang besar dari pesaing jika memiliki jejaring sosial yang besar dan terintegrasi. Melalui lebih dari 3 miliar pengguna bulanan, Facebook memiliki akses ke lebih banyak data daripada para pesaing.

Facebook menggunakan data ini untuk menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi penggunanya, yang pada akhirnya menarik lebih banyak pengguna dan pengguna menghabiskan banyak waktu di platform Facebook.

"Keunggulan data Facebook bertambah seiring waktu, memperkuat posisi mereka di pasar dan mempersulit platform baru untuk memberikan pengalaman baru yang kompetitif," tulis laporan tersebut.

Laporan tersebut menyarankan adanya interoperabilitas antara Facebook dengan aplikasi. Contohnya WhatsApp dan Messenger bisa bertukar pesan dengan aplikasi chatting lainnya.

Menanggapi laporan tersebut, Facebook menyebut dirinya sebagai kisah sukses Amerika yang bersaing dengan berbagai macam layanan.

"Akuisisi adalah bagian dari setiap industri, dan salah satu cara berinovasi dalam teknologi baru untuk memberikan nilai lebih bagi masyarakat," ujar Juru Bicara Facebook.

"Instagram dan WhatsApp telah mencapai puncak kesuksesan baru karena Facebook telah menginvestasikan dana besar dalam bisnis itu. Regulator sudah meninjau kesepakatan secara menyeluruh ketika akuisisi dilakukan saat itu dan mereka tidak memiliki alasan untuk menghentikannya."