Breaking News

Tanggapi Eksepsi Habib Rizieq, JPU: Tidak Tepat Bila Dibandingkan Dengan Kerumunan Jokowi

Tanggapi Eksepsi Habib Rizieq, JPU: Tidak Tepat Bila Dibandingkan Dengan Kerumunan Jokowi

RUANGBERITA.CO | Jakarta - Jaksa penuntut umum (JPU) memberikan tanggapan terkait eksepsi (nota pembelaan) terkait kasus kerumunan Petamburan dan Megamendung  yang menjerat Habib Rizieq dalam sidang di Pengadilan Negeri jakarta Timur, Selasa, (30/3/2021).

JPU menjawab keberatan jika Rizieq membandingkan proses hukum yang dijalaninya dengan kerumunan yang dilakukan tokoh nasional, artis hingga presiden Joko Widodo.

Sebelumnya, Rizieq telah menyatakan eksepsinya dan melihat kepolisian dan kejaksaan sangat tegas terhadap kasus kerumunan yang menimpa dirinya, namun membiarkan kasus kerumunan lainnya seperti Gibran di Pilwalkot Solo, Ahok dan Raffi Ahmad saat menghadiri acara ulang tahun, Moeldoko saat KLB Demokrat, hingga Jokowi saat kunker di Maumere, NTT. 

"Eksepsi Habib Rizieq menganggap dakwaan jaksa penuntut umum penuh dengan fitnah dan keji terhadap Terdakwa dan sahabat-sahabat Terdakwa dengan membanding-bandingkan kerumunan ribuan orang yang melanggar protokol kesehatan yang dilakukan tokoh nasional, artis, pejabat negara, termasuk presiden. Akan tetapi Terdakwa menganggap Kepolisian dan Kejaksaan begitu sigap penuh semangat melakukan kriminalisasi pada kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pernyataan Terdakwa tersebut tidaklah tepat dan hanya menampilkan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW," ucap Jaksa.

Menurut jaksa, eksepsi tersebut tidak sesuai, ditambah lagi dengan penyelenggaraan pernikahan anak Rizieq dan peletakan batu pertama pesantren miliknya. 

"Padahal selain kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW, bersamaan juga Terdakwa menyelenggarakan pernikahan anaknya yang kurang lebih dihadiri 5 ribu umat dan kegiatan sebelumnya pun sudah menyelenggarakan peresmian peletakan batu pertama Markaz Syariah di Pondok Pesantren milik Terdakwa di Megamendung, Bogor, yang dihadiri 3 ribu orang," imbuh jaksa.
 
Jaksa menyayangkan eksepsi Rizieq yang menyatakan dakwaan jaksa merupakan fitnah belaka.
"Padahal dari setiap kata dan puluhan lembar dakwaan dari jaksa penuntut umum tidak satu huruf atau kata-kata berisi fitnah yang ditujukan kepada Terdakwa, melainkan dakwaan tersebut adalah rangkaian fakta sebagaimana alat bukti yang ada," jaksa menambahkan.

Tanggapan lain yang diberikan jaksa atas eksepsi Rizieq adalah eksepsi yang disebutkan terdaksa tidak termasuk dalam dari bagian hukum yang berlaku.

"Keberatan Terdakwa dimaksud bukanlah bagian dari dalil hukum yang berlaku, melainkan bersifat argumen Terdakwa menggunakan ayat-ayat suci Al-Quran, dan hadis Rasulullah SAW, yang tidak jadi padanan penerapan pidana umum di Indonesia," lanjut jaksa.
 
 Bahkan jaksa mengutip kisah Nabi Muhammad SAW dari hadis yang diriwayatkan oleh HR. Bukhari & Muslim untuk menanggapi eksepsi yang dilayangkan Rizieq.
 
"Jaksa terketuk hati, meminjam sebagai kutipan, di saat Rasul mengumpulkan para sahabat dan bersabda yang artinya sesungguhnya sudah binasa umat sebelum kamu lantaran jika di antara mereka ada seorang atau yang dianggap mulia atau terhormat mencuri atau dibiarkan, tapi jika ada seorang lemah atau rakyat biasa mencuri ditegakkan hukum, demi Allah, jika Fatimah putri Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya," pungkasnya. []

Iklan Biro Pengadaan Barang dan Jasa
DPRK Aceh Besar Ucapan Ramadhan
Iklan Badana Pengelola Keuangan Aceh