Breaking News

Iklan DPRK ABES Ucapan Selamat Sekda

Dua Bulan Intensif Nakes Puskesmas Kutambaru Tak Dibayar, LSM Minta Aparat Mengusut

Dua Bulan Intensif Nakes Puskesmas Kutambaru Tak Dibayar, LSM Minta Aparat Mengusut

RUANGBERITA.CO I Aceh Tenggara - Puluhan orang Tenaga Kesehatan (Nakes) Puskesmas Kutambaru Kecamatan Lawe Bulan Aceh Tenggara, kini meradang.

Pasalnya intensif para tenaga kesehatan (Nakes) untuk bulan Maret, April dan Mei 2020 belum mereka terima meskipun saat ini sudah memasuki awal tahun 2021.

Hal tersebut diutarakan oleh Ketua Lsm Gerakan Pemburu Koruptor (Gempur Agara), Fajri Gegoh kepada media RUANGBERITA.CO, Kamis (18/02/21) di Kutacane.

Dia menjelaskan adapun besaran dana Insentif untuk Nakes Covid-19  di Puskesmas Kutambaru tersebut nilainya mencapai Rp. 131,363,530, dengan rincian untuk bulan Maret tahun 2020 1 orang Nakes sebesar Rp 1.363.636. Jelasnya.

Sedangkan intensif untuk bulan April Tahun 2020 sebesar Rp.71,590,905  dianggarkan untuk 24 orang Nakes dengan rincian penerima sebanyak 20 orang Nakes dikali Rp. 2.727.272. Dan 3 orang Nakes dikali Rp. 5.000.000 serta 1 orang Nakes Rp.2.045.465. Lanjut Fajri Gegoh merincikan.

Kemudian, imbuh Fajri, intensif untuk Bulan Mei  tahun 2020 sebesar Rp. 58.409.089. untuk 13 orang Nakes sebagai penerima Insentif dengan rincian penerima yaitu 10 orang Nakes Rp. 5.000.000 dan 2 orang Nakes Rp. 2.500.000 serta 1 orang Nakes intensif -nya Rp. /3.409.089.

"Sedangkan jika jumlah secara total intensif Nakes di Puskesmas Kutambaru sejak bulan April sampai dengan Mei  Tahun 2020 mereka yang menerima Insentif Covid-19 sebanyak 38 orang." Fajri merincikan.

Oleh sebab itu, Fajri meminta kepada pihak aparat penegak hukum untuk secepatnya mengusut tuntas dugaan  terkait penyelewengan intensif tenaga kesehatan (Nakes) di kecamatan setempat, supaya menjadi efek jera terhadap pihak yang bermain dalam pekara tersebut.

Salah seorang Nakes Covid-19 di Puskesmas Kutambaru Kecamatan Lawe Bulan saat dikonfirmasi oleh media ini mengaku bahwa dirinya sejak bulan Maret Sampai dengan Mei Tahun 2020 belum menerima intensif. Ujar salah seorang Nakes Covid-19 yang tidak mau disebutkan namanya.

Editor: