Breaking News

Diizinkan Beroperasi, Pelaku Jasa Transportasi Sambut Gembira Kebijakan Pemerintah Aceh

Diizinkan Beroperasi, Pelaku Jasa Transportasi Sambut Gembira Kebijakan Pemerintah AcehPhoto Ruangberita.co
Suasana Terminal L300 Lueng Bata

RUANGBERITA.CO I Banda Aceh - Komplek teriminal L300 lueng Bata dan Batoh kembali diramaikan calon penumpang yang hendak mudik pada lebaran Idul Fitri 1442 H.

Pantauan Ruangberita.co Padatnya masyarakat yang hendak kembali ke kampung halaman itu tidak terlepas dari kebijakan terbaru Pemerintah Aceh yang mengizinkan transportasi pengangkutan penumpang beroperasi kembali.

Sejumlah pelaku usaha dibidang usaha pengangkutan penumpang mengaku gembira dengan aturan baru tersebut.

Salah satunya Syamsudin. Petugas loket PT Mustika Citra Utama itu kepada Ruangberita.co  ini mengungkapkan rasa syukurnya atas diizinkannya armada pengangkutan beroperasi kembali.

20210509-screenshot_20210509-043701_gallery


"Alhamdulillah bang, hari ini mulai ramai lagi. Kami bersyukur adanya kebijakan baru yang dikeluarkan Pemerintah Aceh soal peniadaan mudik ini," ungkap Syamsudin saat diwawancarai Ruangberita.co , Sabtu, 8 Mei 2021.

Semula, lanjutnya, dirinya bersama teman-temannya yang lain merasa khawatir dengan aturan sebelumnya yang melarang perusahaan transportasi penumpang untuk beroperasi.

"Lebaran di depan mata bang, sementara kami dilarang untuk beroperasi. Bagaimana kami memenuhi kebutuhan lebaran yang telah di depan mata," ucapnya.

Berdasarkan amatan Ruangberita.co ini di lapangan, calon penumpang terlihat hilir mudik dengan segala bawaannya masing-masing. Sementara itu, puluhan mobil jenis L-300
Seperti yang telah diketahui, Gubernur Aceh menerbitkan Surat Edaran Nomor 440/8833 Tahun 2021 Tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H.

Dalam surat tersebut, Gubernur Aceh kawasan pusat perdagangan dan distribusi Aceh sebagai kawasan pengecualian terhadap larangan penggunaan atau pengoperasian sarana transportasi darat pada masa peniadaan mudik tanggal 6 Mei sampai dengan 17 Mei 2021.

Kawasan tersebut antara lain:
1. Zona Pusat (Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, dan Pidie)
2. Zona Utara (Pidie Jaya, Bireun, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Tengah, dan Bener Meriah)
3. Zona Timur (Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang).
4. Zona Tenggara (Gayo Lues, Aceh Tenggara, Subulussalam dan Singkil)
5. Zona Selatan (Aceh Selatan, Abdya, dan Simeulu)
6. Zona Barat (Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Jaya)
Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Perhubungan Aceh mengizinkan perusahaan angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) untuk beroperasi dalam zona yang telah ditetapkan oleh Gubernur Aceh.