Breaking News

Daya Beli Bumbu Masakan Saat Meugang Berkurang di Masa Pandemi

Daya Beli Bumbu Masakan Saat Meugang Berkurang di Masa Pandemi
Pedangang bumbu masakan di pasar Peunayong, Banda Aceh, Senin (12/4/2021).

RUANGBERITA.CO | Banda Aceh - Tradisi meugang menjelang Ramadan 1422 Hijriah sudah berjalan dua hari. Antusias masyarakat Aceh membeli daging sapi dan kerbau untuk disantap bersama keluarga masih tinggi.

Daging tersebut diolah dengan beragam racikan bumbu untuk kemudian dimasak menjadi masakan khas Aceh seperti sie reuboh atau kuah beulangong.

Bumbu merupakan bahan penting untuk setiap masakan, dengan racikan yang pas dan padu maka masakan tersebut akan terasa lebih nikmat. Apalagi disantap bersama keluarga di hari meugang.

Eva, penjual bumbu di Pasar Peunayong mengatakan, bumbu yang sangat diminati di hari meugang ini yaitu bumbu rendang, bumbu masak Aceh, bumbu sie reuboh, bumbu masak putih, bumbu ungkep ayam, bumbu kari ayam dan bebek.

"Setiap meugang itu kebanyakan kaum ibu-ibu tetap memesan beberapa bumbu, seperti bumbu rendang, masak Aceh, bumbu kari dan lainnya," katanya sambil sibuk melayani antrian panjang para pembeli di kaki lima Pasar Peunayong, Senin (12/4/2021).

Menurut pemilik lapak Eva Bumbu, meugang kali ini daya beli bumbu agak kurang jika dibandingkan dengan meugang sebelumnya.

"Daya belinya agak menurun, mungkin ini pengaruh dari efek pandemi atau mungkin pembeli daging meracik sendiri bumbu masakannya," ucap Eva.

Hal senada juga diungkap Mutia di tempat jualannya. Ia mengatakan daya beli meugang ini sangat kurang, berbeda dengan meugang sebelumnya.

"Biasanya para penjual bumbu tidak sempat duduk manis, karena sibuk melayani pembeli sampai sore hari," ungkap Mutia.

Ia menyebutkan, para pembeli hanya memesan bumbu untuk sekali masak dengan ukuran satu kilo daging dengan harga Rp10 ribu sampai Rp20 ribu. Harganya bervariasi tergantung dari jenis bumbu masakan yang akan diolah.

Iklan Pemkab Pijay
Gubernur Hardiknas
Hari Pendidikan Nasional Disdik Aceh