Breaking News

Briptu Yuni Polwan Aceh yang jadi Pasukan Perdamaian di Afrika, Rindu Masakan Ibu Saat Lebaran

Briptu Yuni Polwan Aceh yang jadi Pasukan Perdamaian di Afrika, Rindu Masakan Ibu Saat Lebaran
Briptu Yuni Lestari, Anggota Polresta Banda Aceh yang saat ini bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB 

RUANGBERITA.CO I Banda Aceh - Masih ingat Briptu Yuni Lestari. Anggota Polresta Banda Aceh yang saat ini bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB dalam Misi United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (Minusca) di Afrika Tengah.

Pada lebaran tahun ini, Briptu Yuni tak bisa kembali ke Indonesia. Ia masih menjalankan misi perdamaian dengan membawa bendera Merah Putih dan tergabung dalam pasukan PBB lainnya.

Guna melihat bagaimana kesehariannya saat bertugas di Afrika Tengah, Anggota Unit Ranmor, Sat Reskrim Polresta Banda Aceh ini mengirimkan pesan langsung melalui akun instagramnya ke Humas Polresta Banda Aceh.

Menurut dara cantik kelahiran Palembang ini, lebaran tahun ini merupakan lebaran pertamanya dalam penugasan di luar negeri dan jauh dari keluarga. Karenanya, guna melepas rasa rindu, Yuni  hanya bisa berkomunikasi video call bersama kedua orang tuanya di Palembang.

“Rindu ingin pulang ke Indonesia, tapi tak bisa. Karena ini tugas dan pengabdian dengan membawa nama bangsa dan negara,” ujar Briptu Yuni.

Satu yang sangat dirindukan saat lebaran seperti ini, yakni masakan Ibu. Setelah itu rasa rindu berjumpa dengan keluarga besar dan para teman-teman yang bertugas di Polresta Banda Aceh.
Banyak suka duka selama bertugas di Afrika Tengah ini, lanjut Yuni.

Sukanya, bisa banyak dapat pengalaman. Kami disini seperti keluarga besar. Makan bersama dan selalu bersama. Satu sama lain saling mengsuport.

“Dukanya, jauh dari keluarga dan tak bisa pulang ke Indonesia,” ujar Polwan jebolan Pusdik SPN Lido Polda Metro Jaya, 2014 ini.

Dikatakan, banyak hal berkesan selama 9 bulan bertugas di Afrika Tengah ini. Satu diantaranya yang mungkin tak terlupakan, saat situasi Afrika Tengah dalam kondisi genting, saat pemilihan presiden dan legislatif, pada Desember 2020 lalu.

Kontak Senjata

Hari itu, kondisi mencekam. Karena pihak pemberontak berusaha masuk ke Kota Bagui, ibu kota Afrika Tengah. Sesaat setelah pemilihan, sempat terjadi kontak senjata antara pasukan UN Minusca dengan pemberontak.

“Kami selalu siaga, karena kontak senjata itu tak jauh dari camp kami. Suara desingan peluru dan letusan granat sangat jelas terdengar dari camp Garuda,” kisah Yuni.

Polwan yang sudah berdinas di Polresta Banda Aceh sejak 2015 ini, mengaku semua pasukan UN Minusca dari Indonesia yang berada di camp, sudah siap-siap di pos-pos  camp Garuda. Guna mengantisipasi bila sewaktu-waktu pemberontak menyerang camp.

“Namun, alhamdulillah, pasukan pemberontak tak menyerang camp Garuda, markasnya pasukan perdamaian dari Indonesia,” ujar Polwan yang lancar berbahasa Inggeris dan Prancis ini.

Diserang’ Badai

Meski tak diserang pasukan pemberontak, lanjut Yuni, namun Camp Garuda sempat ‘diserang’ badai.

Di Afrika Tengah, menurut Yuni sering hujan yang dibarengi petir dan angin badai.

Pernah satu hari, saat Yuni mendapat tugas jaga di ‘Pos Elang’, angin badai datang sampai merusak bangunan.

Satu hal lainnya yang sangat terkesan, anak-anak Afrika sangat lucu dan menyenangkan. Mereka sering mengerumuni pasukan perdamaian Garuda saat menghampiri mereka ketika membagikan air bersih.

“Mereka rame-rame menyamperin kita, sambil bercada dan gelak tawa,” kenang Yuni sambil menambahkan, Insya Allah, misi perdamaian ini akan selesai pada September 2021 mendatang.

Dalam chat via instragam tersebut, Bripka Yuni juga menyampaikan salam rindu kepada keluarga di Palembang. Terutama keluarga besar Polresta Banda Aceh, khususnya Unit Juper Ranmor Sat Reskrim.

“Semoga sehat selalu dan semangat terus dalam menjalankan tugas,” tulis Briptu Yuni dalam dalam pesan terakhirnya dalam chat nya.