Breaking News

Bertemu Dubes Jepang, Moeldoko Bahas Penguatan Kerja Sama

Bertemu Dubes Jepang, Moeldoko Bahas Penguatan Kerja Sama
Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko menerima kunjungan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji di Gedung Bina Graha, Jakarta

RUANGBERITA.CO I Jakarta - Penguatan kerja sama antara Indonesia dan Jepang di berbagai aspek, jadi pembicaraan utama saat Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko menerima kunjungan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (9/2). Beberapa aspek tersebut antara lain sosial budaya, ekonomi, pertahanan, hingga penanggulangan bencana.

“Seperti yang sudah dilakukan dengan Dubes Jepang yang lalu, Ishii Masafumi. Kantor Staf Presiden (KSP) bisa menjembatani berbagai hal yang mungkin akan dihadapi Dubes Kanasugi, sehingga nanti bisa konsultasi dan berkoordinasi lebih lanjut,” tutur Moeldoko.

Pada pertemuan ini, Moeldoko yang didampingi Tenaga Ahli Utama Kedeputian V KSP Siti Ruhaini Dzuhayatin menyampaikan, sektor budaya yang menjadi penting untuk membangun emosi yang lebih baik. Seperti Dubes Ishii yang punya kedekatan dengan generasi muda Indonesia. “Nanti bisa eksplorasi budaya Indonesia yang bisa diperkenalkan di Jepang maupun memperkenalkan budaya Jepang ke Indonesia,” terang Moeldoko.

Dari sisi pariwisata, Moeldoko juga berharap Kanasugi bisa meningkatkan kegiatan pariwisata Indonesia tidak hanya di Bali, tapi di daerah-daerah lainnya. Ada juga harapan untuk meningkatkan kerja sama di bidag ekonomi dan pertahanan. Terutama melalui kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Morotai dan pertukaran pendidikan akademi militer.

“Dengan semangat bersama, kehidupan Indonesia dan Jepang di berbagai aspek itu bisa semakin kuat. Terutama setelah pandemi Covid-19 berakhir,” ujar Moeldoko.

Kanasugi menyambut baik apa yang disampaikan Moeldoko, dan siap menjalin komunikasi dan koordinasi lebih lanjut atas kerja sama yang diharapkan. Dia berjanji akan melanjutkan apa yang sudah dilakukan Dubes Jepang sebelumnya, terutama dalam mengangkat budaya dan pariwisata Indonesia.

Bahkan, Kanasugi berkeinginan untuk mengunjungi secara langsung destinasi wisata di Indonesia jika pandemi Covid-19 sudah berakhir. Dia pun menuturkan, pada 2019 lalu, tercatat 500.000 orang Jepang berkunjung ke Indonesia, sementara ada 400.000 orang Indonesia berkunjung ke Jepang. “Setelah pandemi berakhir, kita bisa tingkatkan jumlah kunjungan ini,” kata Kanasugi.

Selain itu, Kanasugi juga menegaskan, Jepang siap bekerja sama dalam penanggulangan bencana di Indonesia, baik penanganan pandemi maupun bencana alam.

Isu Strategis

Pertemuan dengan Moeldoko juga dimanfaatkan Dubes Kanasugi untuk membahas beberapa isu strategis, terutama yang terkait stabilitas kawasan. Dalam hal ini, Kanasugi menyampaikan perhatian Pemerintah Jepang mengenai perkembangan Laut China Selatan dan keprihatinan atas situasi politik di Myanmar.

Menurut Kanasugi, Jepang menilai Indonesia punya peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan di Laut China Selatan. “Terutama agar berbagai kepentingan di kawasan tersebut tidak didominasi satu pihak mana pun,” tutur Kanasugi.

Selain itu, merespon situasi politik di Myanmar, Kanasugi menegaskan keinginan agar Indonesia sebagai Komite ASEAN ikut berupaya membuka dialog Pemerintah Jepang dalam mencari solusi bersama bagi demokrasi di Myanmar.

Moeldoko pun menegaskan, Jepang dan Indonesia punya semangat bersama untuk menciptakan kawasan Laut China Selatan yang aman dan stabil. “Artinya, semua kehidupan, baik ekonomi dan keamanan dapat terjaga dan dirasakan semua pihak,” terang Moeldoko.

Adapun mengenai situasi politik Myanmar, Moeldoko juga sepakat dengan Pemerintah Jepang agar demokrasi bertumbuh dengan baik. “Namun situasi tersebut merupakan situasi internal Myanmar. Tapi kami mendukung stabilitas Myanmar aman, tertib, damai, dan demokrasinya berjalan baik,” imbuh Moeldoko.

Menutup pertemuan itu, Moeldoko menambahkan, stabilitas politik dan kemananan di Indonesia berjalan baik dan terkendali. Begitu juga iklim investasi dengan hadirnya UU Cipta Kerja dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Editor: