Breaking News

Berikut Lima Pesan Jokowi di Sidang Dewan Ekonomi PBB

Berikut Lima Pesan Jokowi di Sidang Dewan Ekonomi PBB

RUANGBERITA.CO I Jakarta - Indonesia mengajak seluruh negara anggota Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) meningkatkan solidaritas. Dengan begitu, wabah global COVID-19 dapat secara efektif ditanggulangi dalam beberapa waktu ke depan. 

"Dalam situasi yang sulit seperti ini bisnis seperti bias tidak bisa dilanjutkan. karena itu, kerja sama dan solidaritas harus dipertebal," ujar Presiden Joko Widodo pada Sidang Dewan Ekonomi PBB yang disiarkan secara virtual pada Rabu (14/7/2021). 

Terdapat lima hal yang harus dilakukan oleh anggota PBB dalam meningkatkan solidaritasnya antar negara yakni: pertama, kerja sama yang harus dijalin adalah yang berkaitan dengan vaksin. Melalui vaksin krisis kesehatan yang disebabkan oleh pandemi dapat segera diatasi. 

Dengan kerja sama yang dijalin antar negara anggota PBB, maka setiap negara akan mendapatkan peluang yang sama dalam mendapatkan vaksin COVID-19. Oleh karena itu, Indonesia mendukung akses kesetaraan vaksin melalui kerja sama berbagi dosis vaksin kepada negara-negara lain. 

"Akses yang adil dan merata terhadap vaksin harus dijamin namun hingga saat ini kita melihat kesenjangan akses vaksin masih sangat lebar," tuturnya. 

Kedua, seluruh negara anggota PBB harus meningkatkan perhatian kepada kelompok rentan yang terinfeksi wabah global ini. Sehingga, masyarakat tersebut, mampu terlindungi dari ancaman virus berbahaya di berbagai sendi kehidupan sehari-hari. 

Perhatian yang dimaksud bisa dalam bentuk bantuan sosial (bansos) yang diberikan kepada masyarakat rentan terfampak. Seperti yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia yang telah memberikan bantuan kepada warganya sekitar USD28,5 miliar. 

"Kami telah alokasikan USD28,5 miliar jalan untuk bansos, tidak kurang dari 9,8 juta unit usaha mikro telah menerima bantuan keberlanjutan usaha," tuturnya. 

Ketiga, ekonomi dunia harus pulih secara bersama-sama. Mengingat, pulihnya perekonomian seluruh anggota PBB dapat mendorong perekonomian negara lain untuk bergerak tanpa mengorbankan aspek kesehatan. 

Aspek kesehatan menjadi pliar utama dalam memastikan kegiatan perekonomian suatu bangsa tetap berjalan secara optimal. "Secara bersamaan roda perekonomian dunia harus mulai bergerak bersama tanpa mengorbankan aspek kesehatan tercepat," imbuhnya. 

Keempat, pembangunan berkelanjutan ke depan harus mendorong investasi pemulihan green recovery. Dengan memprioritaskan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh elemen masyarakat ke depan. 

Bagi negara maju dapat ikut memperkuat negara berkembang untuk mendorong hal di atas secara masif. "Dukungan negara maju dalam transisi ekonomi hijau di negara berkembang harus diperkuat," tuturnya. 

Terakhir, kemitraan global harus senantiasa diperkuat dalam beberapa waktu ke depan. Seluruh negara dapat saling meningkatkan kemitraan, sehingga setiap upaya dalam pemulihan dari dampak wabah global ini dapat segera diantisipasi secara bersama. 

"Mari kita bangun kepercayaan dan solidaritas untuk mencapai tujuan bersama," pungkasnya. 

Editor:
Iklan Idul Adha Bupati Abes
Iklan Idul Adha Gub Aceh