Breaking News

Bejat! Kakek 56 Tahun Tega Cabuli Bocah di Pidie, Beruntung Aksinya Kepergok Ibu Korban

Bejat! Kakek 56 Tahun Tega Cabuli Bocah di Pidie, Beruntung Aksinya Kepergok Ibu KorbanFoto: Ilustrasi

RUANGBERITA.CO | Sigli - Seorang kakek paruh baya berinisial Ib (56) di Kabupaten Pidie, diduga nekat mencabuli anak perempuan dibawah umur. Korbannnya ialah bocah usia 6 tahun yang merupakan tetangganya sendiri.

Aksi pencabulan yang dilakukan tersangka asal warga Kecamatan Sakti ini terjadi pada Sabtu siang, 6 November 2021 lalu sekitar pukul 10.30 WIB.

Tersangka nyaris diamuk massa, lantaran aksinya diketahui ibu korban dan warga. Untungnya anggota Polsek Tangse tiba dan mengamankan tersangka.

Kapolres Pidie melalui Kasatreskrim Iptu Muhammad Rizal mengatakan bahwa memang ada perkara pencabulan melibatkan anak di bawah umur, hanya saja tersangkanya sudah ditahan.

"Tersangka Ib sudah kami tahan, saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut," kata Iptu Muhammad Rizal kepada RUANGBERITA.CO, Senin (8/11/2021).

Kasatreskrim menjelaskan, kejadian pencabulan ini terjadi bermula saat pelaku menyelinap masuk ke dalam rumah korban, tanpa diketahui orang tua korban.

"Kemudian ibu korban mencari anaknya untuk diajak pergi ke kenduri maulid, betapa terkejutnya ibu korban saat melihat anak perempuannya itu sedang ditindih pelaku di dalam kamar tidur neneknya," katanya.

Melihat kejadian itu, sontak saja ibu korban menjerit meminta pertolongan warga sekitar sembari berusaha melepaskan korban dari tindihan pelaku.

"Pelaku yang kepergok berusaha kabur namun berhasil digagalkan oleh warga sekitar yang mendengar suara minta tolong ibu korban," katanya.

Pelaku segera dibawa ke Mapolsek Tangse untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Unit PPA Polres Pidie turun tangan untuk melakukan proses penyelidikan kasus ini," katanya.

Kata Iptu Muhammad Rizal, hingga saat ini pihaknya belum dapat melakukan pemeriksaan terhadap pelaku lantaran pelaku disebut-sebut memiliki riwayat gangguan kejiwaan.

"Bicaranya ngawur dan hanya mengakui salah serta khilaf, namun kita sampai saat ini belum menerima surat resmi yang menyatakan pelaku menderita gangguan jiwa," katanya.

Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat Pasal 46 Jo Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dengan hukuman maksimal 90 kali cambuk.

Editor: