Breaking News

ASN Jadi Penentu Kualitas Tata Kelola Sektor

ASN Jadi Penentu Kualitas Tata Kelola Sektor
Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Mustari Irawan, bersama Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, usai membuka Rapat Koordinasi persiapan penilaian sistem Merit ASN dan Sosialisasi Pengisian JPT dalam Manajemen ASN di Lingkungan Instansi Pemerintah se-Provinsi Aceh, di Kantor Gubernur Aceh, Rabu, (7/4/2021).

RUANGBERITA.CO I BANDA ACEH – Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Mustari Irawan, mengatakan, Sistem merit sangat penting diterapkan dalam kebijakan dan manajemen ASN  mengingat ASN merupakan tulang punggung yang menentukan kualitas tata kelola sektor publik.

Hal tersebut disampaikannya saat mengisi materi dalam Rapat Koordinasi persiapan penilaian sistem Merit ASN dan Sosialisasi Pengisian JPT dalam Manajemen ASN di Lingkungan Instansi Pemerintah se-Provinsi Aceh, di Kantor Gubernur Aceh, Rabu, (7/4/2021).

Rapat tersebut diikuti oleh seluruh Sekda dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) seluruh kabupaten/kota di Aceh.

Sistem merit merupakan manajemen ASN yang dinilai berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar, tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur, dalam penetapan jabatan maupun bidang kerja di pemerintahan. 

Mustari mengatakan, kualitas tata kelola sektor publik Indonesia masih jauh tertinggal di banding beberapa negara lainnya di ASEAN.  Di bidang indeks persepsi korupsi, pada tahun 2019 Indonesia berada di peringkat keempat, di bawah Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

“Di bidang kemudahan berusaha, kita juga masih jauh. Kita berada di posisi keenam di bawah  Singapura, Malaysia, Thailand, Brunei dan Vietnam. Salah satunya mungkin karena kita tidak dapat memberikan kepastian kepada mereka yang ingin menanamkan modalnya ,” kata Mustari.

Begitupun di bidang persaingan global dan efektivitas tata kelola pemerintahan, Indonesia masih berada di bawah empat negara lainnya di ASEAN. Menurut Mustari, sejumlah fakta tersebut perlu disikapi dengan cara melakukan reformasi birokrasi, salah satunya dengan menerapkan sistem merit sehingga kualitas sektor publik Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Mustari mengatakan, Indeks Efektifitas penyelenggara pemerintahan di Indonesia juga masih tertinggal dari beberapa negara di ASEAN. Padahal efektivitas pemerintahan memiliki korelasi dengan kesejahteraan negara.

“Untuk meningkatan efektivitas pemerintah tentu perlu perubahan manajemen ASN. Perubahan ini perlu kita lakukan mulai dari tingkat pusat hingga di daerah,” kata Mustari.

Selain Mustari, Rapat tersebut juga diisi oleh dua pemateri lainnya, yaitu Komisioner KASN Agustinus Fatem dan Kepala Lembaga Administrasi Negara ( LAN) Aceh, Faizal Adriansyah. [•]

Iklan Biro Pengadaan Barang dan Jasa
DPRK Aceh Besar Ucapan Ramadhan
Iklan Badana Pengelola Keuangan Aceh