Breaking News

Anggota Parlemen Peru Ajukan Mosi untuk Berhentikan Presiden castillo

Anggota Parlemen Peru Ajukan Mosi untuk Berhentikan Presiden castilloFoto Ist

RUANGBERITA.CO | Jakarta - Anggota parlemen oposisi Peru dari partai calon presiden sayap kanan Keiko Fujimori mengajukan pemberhentian terhadap presiden sayap kiri Pedro castillo.

Mereka mengajukan mosi "ketidakmampuan moral" untuk memerintah dan telah ditandatangani oleh 28 legislator.

Untuk memulai proses pemakzulan, dibutuhkan 52 suara dari 130 anggota parlemen. Namun pemungutan suara tersebut belum dijadwalkan.

Tim dari pihak koalisi tidak menanggapi permintaan komentar, tetapi presiden dalam pidatonya di wilayah Andes Jauja mengatakan bahwa dirinya tidak khawatir.

"Saya tidak khawatir dengan kegaduhan politik karena rakyat telah memilih saya, bukan mafia atau koruptor," katanya, tanpa menyebut langsung mosi di Kongres dikutip dari Reuters, Jumat (26/11/2021).

"Saya tenang," tambahnya.

Pemungutan suara terakhir akan membutuhkan 87 suara untuk melengserkan Castillo yang berkuasa pada Juli.

Popularitas Castillo menurun, termasuk di partainya sendiri, Marxis Free Peru, di tambah serentetan protes pertambangan dan skandal yang menimpa menteri dan penasihat utama.

Meskipun belum mendapatkan daya tarik, pelengseran pemerintahan telah membayangi Castillo Castillo. Kongres Peru sendiri umumnya condong ke kanan dan memiliki sejarah pemakzulan yang kontroversial.

Selain itu, kantor kejaksaan anti korupsi telah meluncurkan penyelidikan terhadap penasihat utama presiden, Bruno Pacheco, baru-baru ini.

Penyelidik menemukan $20.000 di kamar mandi kantornya dalam sebuah penggerebekan. Pacheco, yang membantah melakukan kesalahan, mengundurkan diri pekan lalu.

Sebagai informasi, Peru sendiri merupakan produsen tembaga terbesar kedua di dunia dan telah memiliki lima presiden sejak 2016 lalu.

Editor: