Breaking News

Aliansi Buruh Aceh Menggelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor Gubernur Aceh, Ini Tuntutannya

Aliansi Buruh Aceh Menggelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor Gubernur Aceh, Ini Tuntutannya

RUANGBERITA.CO | Banda Aceh - Sejumlah pekerja karyawan swasta yang tergabung dalam Aliansi Buruh Aceh melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Aceh pada Rabu, 17 November 2021 kemarin.

Amatan RUANGBERITA.CO, puluhan orang karyawan tersebut berbondong-bondong hadir ke Kantor Gubenur Aceh dengan membawa sejumlah bendera dan beberapa spanduk yang berisikan tuntutan.

Ketua Aliansi Buruh Aceh Saifulmar dalam orasinya, menyampaikan beberapa tuntutan yang mereka inginkan diantaranya meminta Gubernur Aceh agar dapat menaikan upah atau menyesuaikan UMP Aceh tahun 2022 sebesar Rp 3,6 juta per bulannya.

"Harus sesuai dengan rata-rata surver KHL di sembilan kabupaten/kota," katanya.

Selain menuntut naiknya upah, para pendemo ini juga mendesak DPRA dan Gubernur Aceh agar segera melakukan revisi Qanun Aceh No.7 tahun 2014 tentang ketenagakerjaan dengan perlindngan yang menyeluruh bagi seluruh pekerja atau buruh di Aceh.

"Kami juga menolak UU No.11 tahun 2020 tentang Omnibus Law dan seluruh aturan turunan dibawahnya," ujar Saifulmar.

Dalam aksi itu, dari pihak Pemerintah Aceh yang diwakili oleh Asisten II Pemerintah Aceh Mawardi hadir menemui para pendemo.

Mawardi merespon para pengunjuk rasa dan menerima segala tuntutan yang disampaikan oleh para Aliansi Buruh Aceh.

"Kita sudah mencatat dan menerima semua tuntutan dari teman-teman semua, kami yakin bahwa apa yang bapak dan ibu sampaikan bukan merupakan kepentingan pribadi yang hadir, melainkan mewakili semuanya," kata Mawardi.

"Oleh sebab itu, surat-surat yang diberikan dalam tuntutan ini akan kita sampaikan kepada pimpinan supaya dapat ditindaklanjuti," tambahnya.

Editor: