Breaking News

Alat Berat Disita, 8 Penambang Tanah Timbun Ilegal Diamankan Polisi

Alat Berat Disita, 8 Penambang Tanah Timbun Ilegal Diamankan Polisi
Alat berat disita polisi dari lokasi penambangan tanah timbun ilegal di Lhokseumawe.

RUANGBERITA.CO | Lhokseumawe - Pertambangan tanah timbun tanpa izin resmi (ilegal) yang beroperasi di kawasan Lhokseumawe ditindak Tim Subdit IV Dit Reskrimsus Polda Aceh.

"Penindakan ini dilakukan berdasarkan informasi masyarakat yang diselidiki oleh tim yang turun langsung ke lapangan," Kata Dir Reskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Margiyanta, Kamis (8/4/2021).

Pertambangan ilegal itu berlokasi di tiga desa berbeda. Salah satunya berada di kawasan Gampong Rayeuk Kareung, Kecamatan Blang Mangat dan dua lainnya berada di Gampong paya Punteut Kecamatan Muara Dua.

Komber Pol Margiyanta juga mengatakan ada delapan orang pekerja yang bertanggung jawab atas kegiatan itu. Mereka diamankan petugas beserta tiga unit alat berat jenis ekskavator (beko) dari tiap lokasi penambangan.

Pengelola yang diamankan petugas berinisial NZ (38) dan Pengawas berinisial HD (30) serta seorang operator MW (25) dari lokasi pertama.

Kemudian pada lokasi kedua, tiga pekerja lainnya juga diamankan, yaitu Ceker berinisiap MAL (46), pengelola, JL (42) dan MUN (23) yang bertugas sebagaj operator.

Sedangkan di lokasi ketiga polisi berhasil mengamankan pengelola berinisial HM (50) dan operator berinisial SAMA (60).

"Mereka merupakan warga Lhokseumawe, salah satunya warga Aceh Utara, tiga beko diamankan merek CAT dan Hitachi. Semuanya dibawa ke Mapolda Aceh untuk pemeriksaan lebih lanjut," pungkas Margiyanta. []

Iklan Biro Pengadaan Barang dan Jasa
DPRK Aceh Besar Ucapan Ramadhan
Iklan Badana Pengelola Keuangan Aceh