Breaking News

Iklan DPRK ABES Ucapan Selamat Sekda

Alasan Indonesia Segera Beli Vaksin, Menkes : Harus Menunggu 3,5 Tahun Jika Telat

Alasan Indonesia Segera Beli Vaksin, Menkes : Harus Menunggu 3,5 Tahun Jika Telat
Pemberian suntikan dosis vaksin pertama kepada Presiden RI Joko Widodo, di beranda depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/01/2021) pagi.

RUANGBERITA.CO I Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membeberkan alasan menyegerakan pengadaan vaksin Covid-19 masuk Indonesia. Alasannya, produksi vaksin dunia saat ini tidak sebesar kebutuhan yang ada. Jika vaksin telat disorder, kata dia, maka harus menunggu 3,5 tahun lagi untuk bisa memvaknisasi.

"Saya sampaikan penduduk dunia 7,8 miliar, jadi kalau 70 persen herd immunity itu 5,5 miliar penduduk. Kalau masing-masing butuh dua dosis, itu jadi dibutuhkan dunia 11 miliar dosis," kata Budi Gunadi dalam webinar Institut Pertanian Bogor seperti dikutip dari Tempo.co, Ahad, 17 Januari 2021.

Padahal, kata dia, kapasitas vaksin dunia cuma sekitar 6,2 miliar dan itu sudah termasuk produksi vaksin yang ada, seperti cacar, polio, rubela, dan TBC. Karena itu, menurut hitung-hitungan jurnal luar negeri yang ia baca, produksi vaksin Covid-19 hanya 3,2 miliar, padahal kebutuhan 11 miliar.

"Jadi untuk negara-negara berkembang, kalau mereka telat order vaksinnya, dia butuh 3,5 tahun untuk bisa memvaksinasi," ujar Menkes.

Budi menuturkan sampai November tahun lalu, negara maju sudah tau tentang hal tersebut. Negara-negara maju, itu kata dia, sudah memesan atau booking lebih dulu 4,2 juta persediaan vaksin Covid-19.

Artinya, kata dia, 18 bulan kapasitas produksi sudah dipesan negara-negara maju.

"Jadi kalau ada negara berkembang Pakistan, Bangladesh yang ratusan juta penduduknya, mereka sadar musti beli vaksin, mereka musti nunggu dulu 18 bulan baru kebagian produksi vaksin," kata dia.

Kalau di Indonesia menunggu selama itu, menurut Budi, akan sangat tinggi angka kematian yang terjadi akibat Covid-19. Hal tersebut, yang menjadi sebab Indonesia mengikuti gerakan negara-negara maju untuk bisa mengamankan vaksin lebih dulu.

Dia mengatakan Indonesia sudah mengamankan atau memesan sekitar 600 ribu vaksin dari empat negara yang memproduksi vaksin.

"Yang ada masing-masing 100 ribuan vaksin untuk 100 juta dosis dari kebutuhan 426 juta dosis. Dari negara-negara yang berbeda," ujar Budi soal vaksin Covid-19.

Sumber:Tempo.co